Senin, 25 Februari 2019

Perhatikan Hal Ini Bagi Perempuan yang Ingin Pensiun

Perhatikan Hal Ini Bagi Perempuan yang Ingin Pensiun

Umumnya, perempuan akan membiarkan pasangannya untuk merencanakan persiapan pensiun. Nyatanya, saat ini pola pikir pensiun bagi pekerja sudah bergeser.

Di masa sebelumnya, laki-laki umumnya akan menikmati masa pensiun dengan menggeluti hobi dan berbagai kegiatan seperti olahraga dan travelling. Sementara perempuan cenderung akan kembali ke kegiatan rumah tangga.

Namun, menurut Presiden Humphreys Group di San Francisco sekaligus penulis buku "Rewriting the Rules: Telling Truths About Women and Money", Diane Bourdo menyatakan, perempuan saat ini cenderung akan lebih produktif di saat mereka pensiun. Hal ini disebabkan kondisi keuangan perempuan lebih baik dalam satu dekade terakhir. Kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam hal merencanakan pensiun semakin terlihat.

Sebagaimana dikutip dari Forbes, di AS, Bourdo menyatakan bahwa perempuan menjadi pencari nafkah utama di 40 persen rumah tangga.

Untuk merancang rencana pensiun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan perempuan. Pertama, mempertanyakan tujuan hidup saat pensiun nanti.

"Seperti apa Anda ingin hidup Anda dalam 10, 20 atau 30 tahun mendatang? Apakah ingin bekerja? Mendapatkan lebih banyak pendidikan? Seorang relawan? Seorang mentor? Apakah Anda akan memulai karir baru atau proyek kreatif? Seberapa sibuk yang Anda inginkan?" kata Bourdo.

Memvisualisasikan Pensiun dan Memanfaatkan Kekuatan
Perempuan diminta meluangkan waktu untuk memvisualisasikan bentuk pensiun yang diharapkan.

Poin kedua yang harus dilakukan adalag memanfaatkan kekuatan. Menurut Bourdo, secara teori, wanita cenderung kurang percaya diri secara finansial, terutama dalam hal berinvestasi.

Namun, berbeda dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dengan meningkatnya kondisi ekonomi perempuan, mereka merasa tertantang untuk ikut berinvestasi.

Timbang Profil Risiko
Bourdo mengatakan, investasi banyak macamnya saat ini dan termasuk mudah dilakukan. Tinggal menimbang profil risiko masing-masing produk.

"Pikirkan tentang kapasitas risiko Anda. Berapa banyak risiko yang dapat Anda ambil, mengingat sumber daya, keahlian, dan rencana Anda, dibandingkan dengan toleransi risiko Anda, seberapa nyaman dalam mengambil risiko investasi," kata Bourdo.

Langkah ketiga adalah memikirkan jenis saran yang Anda butuhkan. Berdasarkan pengalaman Bourdo, banyak perempuan yang mengajukan pertanyaan sulit mengenai investasi dan menggali data, terutama yang berkaitan dengan berinvestasi untuk masa pensiun mereka.

Sebelum mencapai tahun emas mereka, kata Bourdo, ia biasanya menyarankan para perempuan meminta bantuan penasihat keuangan profesional. Mereka juga bisa ikut serta dalam proses perencanaan. Pikirkan tentang tugas apa yang harus didelegasikan dan apa yang harus Anda pertahankan.

Rencanakan Masa Pensiun
rencanakan masa pensiun dengan tepat. Bourdo mengatakan, banyak pakar keuangan menekankan bagaimana isu-isu seperti umur panjang dan kesenjangan upah berdampak pada kesiapan pensiun dan kesehatan finansial bagi perempuan.

"Tapi mungkin faktor yang lebih berbahaya yang membahayakan pensiun wanita adalah kecenderungan kita untuk mengambil tanggung jawab pengasuhan untuk keluarga kita," kata Bourdo.

Tinjau Kondisi Keuangan
Sebagian perempuan terpaksa berhenti bekerja untuk mengurus anak atau mengurus orangtua yang berusia lanjut. Jika kondisinya seperti saat ini, tinjau kembali anggaran Anda dan lihat celah apakah ada ruang untuk menabung lebih banyak.

Hal termudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan keuangan adalah melacak pendapatan dan pengeluaran, apakah penghasilan sesuai dengan rencana pengeluaran.

"Melacak dan mengelompokkan pengeluaran Anda bisa jadi membosankan dan menakutkan, jadi dekati dengan pola pikir bahwa itu hanya data-data yang diperlukan untuk mengevaluasi apakah Anda harus melakukan perubahan belanja dan cara membuatnya," kata Bourdo.

Menyusun Prioritas
Langkah kelima, yakni mempertahankan momentum perencanaan keuangan untuk masa pensiun mendatang. Berikut beberapa hal yang harus diprioritaskan:

1. Pertimbangkan untuk memperoleh asuransi perawatan jangka panjang, terutama jika punya riwayat keluarga yang memungkinkan Anda berpotensi punya risiko kesehatan di kemudian hari.

2. Gabungkan aset Anda serta ciptakan strategi penarikan pajak yang efisien dan dirasa aman.

3. Buat anggaran dan rencana pengeluaran. Pastikan Anda memiliki cadangan kas yang solid. Banyak penasehat keuangan merekomendasikan untuk memiliki simpanan setidaknya tiga hingga enam bulan biaya hidup untuk berjaga-jaga terjadi kondisi darurat.

4. Tentukan kapan mengambil manfaat jaminan kesehatan dan jaminan sosial. Penasihat Anda dapat membantu Anda membuat keputusan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik dan situasi keuangan Anda.

0 komentar:

Posting Komentar